Allianz Kembali Dilaporkan Dua Nasabahnya Gara-gara Klaim

Selasa, 14 November 2017 | 19:42
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
LAPOR: Pengacara Alvin Lim menunjukkan surat laporan polisi terkait Allianz Indonesia. Foto: Indra Bonaparte/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - PT Asuransi Allianz Life Indonesia kembali dilaporkan nasabahnya karena dinilai mempersulit proses klaim. Kali ini, laporan ke polisi dilakukan  dua nasabah Alianz yang bernama Mario Sastra Wijaya, (28) dan Sulaeman, (27).

Dalam dua surat laporan polisi bernomor LP/5418/XI/2017/PMJ/Dit. Reskrimsus tertanggal 7 November 2017 dan nomor LP/5469/XI/2017/PMJ/Dit. Reskrimsus tertanggal 9 November 2017. Keduanya sama-sama menuduhkan dua pimpinan Alianz Indonesia dengan dugaan pelanggaran Pasal 62 ayat (1) juncto Pasal 8 huruf (F), Pasal 10 huruf (C), Pasal 18, Pasal 63 huruf F UU RI No.8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

"Terlapornya sama seperti yang lalu, yakni Yuliana Firmansyah dan Joachim Wessling," tegas Alvin Lim selaku kuasa hukum dua pelapor itu di Mapolda Metro Jaya, Selasa (14/11).
Alvin Lim mengatakan, apa yang dilaporkannya sama persis dengan apa yang dilaporkannya pada April lalu. "Jadi modusnya sama, mereka meminta disertakan rekam medis lengkap untuk persyaratan klaim," ujar Alvin.

Ia menduga, persyaratan yang tidak mungkin bisa dikabulkan itu sengaja digunakan Allianz agar nasabah tidak bisa mencairkan klaim. "Sebab, setiap pasien memang tidak diizinkan mendapatkan rekam medis lengkap dari rumah sakit, melainkan hanya resume medis," lontar Alvin.

Diuraikannya, sesuai Permenkes Nomor 269/Menkes/PER/III/2008 tentang Rekam Medis dan Permenkes Nomor 36 Tahun 2012 tentang Rahasia Kedokteran, menyatakan bahwa sarana kesehatan hanya diizinkan mengeluarkan ringkasan rekam medis (resume medis).
"Total klaim Mario sebesar Rp 25,5 juta untuk tiga kali rawat inap. Sedangkan total klaim Sulaeman senesar Rp 40,5 juta untuk empat kali rawat inap," papar Alvin.

Dalam laporannya kali ini, Mario dan Sulaeman menyertakan bukti berupa surat dari Allianz terkait syarat penyertaan rekam medis lengkap. Berbagai bukti berupa dokumen dari pihak rumah sakit yang menolak memberikan rekam medis lengkap karena melanggar aturan permenkes juga disertakan.

Untuk diketahui, sebelumnya, Alvin juga menangani perkara dua nasabah Allianz bernama Irfanius Algadri dan Indah Goena Nanda. Keduanya, pada April 2017 lalu melaporkan Joachim dan Yuliana lantaran dianggap mempersulit proses klaim dengan memberi syarat penyertaan rekam medis lengkap.

Pada laporan ini, penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya bahkan telah menetapkan Joachim dan Yuliana sebagai tersangka pada Oktober 2017. Penyidik menjeratnya dengan dijerat Pasal 62 ayat 1 jo Pasal 8 ayat 1 huruf F, Pasal 10 huruf C, Pasal 18 ayat 1 huruf G dan Pasal 63 huruf F Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Saat itu, Joachim menjabat Presiden Direktur PT Asuransi Allianz Life Indonesia, sedangkan Yuliana menjabat Manajer Claim PT Asuransi Allianz Life Indonesia Yuliana Firmansyah. Namun belakangan perkara tersebut dihentikan penyidik lantaran Irfanius dan Indah mencabut laporannya.

Menurut Alvin, laporan tersebut dicabut lantaran klaim milik Ifranius dan Indah telah "dibeli" oleh pihak ketiga dengan harga tinggi. Pihak ketiga tersebut bersedia membeli klaim dengan harga lebih dari 10 kali lipat dengan syarat laporan terhadap Joachim dan Yuliana dicabut.
"Tak etis saya sebutkan angkanya, namun pergantian klaim atau pembelian klaim itu nilainya puluhan kali dari klaim klien saya yang besarnya Rp 16 juta. Tapi syaratnya klien saya mencabut laporan terhadap Joachim dan Yuliana, dan klien itu menyanggupinya," ungkap Alvin.

Namun dipastikan Alvin,  dalam perkara yang dilaporkan Mario dan Sulaeman ini benar-benar akan dituntaskan hingga ke meja hijau. "Sebelum saya bersedia menjadi kuasa hukum Mario dan Sulaeman ini, saya minta kepastian dan garansi bahwa mereka tak akan mencabut laporan berapapun yang ditawarkan, dan kasus ini akan berlanjut sampai ke pengadilan. Dan mereka setuju, makanya saya mau untuk menjadi kuasa hukum mereka (Mario dan Sulaeman)," pungkas Alvin.

Sementara itu, Adrian DW selaku Head Corporate Communications PT Asuransi Allianz Life Indonesia saat dihubungi ke nomor ponselnya untuk dikonfirmasi. Namun berkali-kali dihubungi Adrian tak kunjung menjawabnya. (ind)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%