Divonis 1,5 Tahun, Buni Yani Tidak Langsung Ditahan

Selasa, 14 November 2017 | 17:11
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
LEBIH RINGAN: Hakim memvonis Buni Yani bersalah.

INDOPOS.CO.ID - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung memvonis terdakwa Buni Yani bersalah dan menjatuhkan hukuman penjara satu tahun enam bulan kurungan penjara terhadap pria yang dituding meng-edit pidato mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tersebut.

Pembacaan vonis itu sendiri diketok Ketua Majelis Hakim M Sapto dalam pembacaan putusannya dalam sidang yang dihelat di Gedung Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip) Jalan Seram, Kota Bandung, Selasa (14/11).

”Menyatakan terdakwa Buni Yani telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana Informasi Transaksi Elektronik (ITE),” terang Hakim M Sapto dalam amar putusannya. ”Menjatuhkan vonis satu tahun enam bulan penjara,” lanjutnya.

Sapto juga menyebutkan kalau terdakwa tidak cukup alasan untuk ditahan, maka tidak perlu ditahan. Dalam putusannya, Sapto menilai Buni Yani bersalah atas perbuatannya mengunggah video pidato Gubernur DKI Jakarta saat itu, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016, di laman akun Facebook miliknya.

Ia didakwa telah mencantumkan keterangan berupa transkrip video pidato yang dinilai tidak sesuai dengan transkrip yang asli. Buni Yani juga didakwa menghilangkan kata ‘pakai’ saat Ahok menyinggung surat Al Maidah dalam pidatonya.

Perbuatan Buni Yani dinilai memenuhi unsur Pasal 32 Ayat 1 dan Pasal 28 Ayat 2 UU ITE tentang melakukan ujaran kebencian serta mengedit isi video pidato Ahok.

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang dibacakan pada 3 November lalu.

Sebab, JPU menuntut Buni Yani dengan hukuman penjara dua tahun dan denda Rp100 juta atau subsider penjara tiga bulan. (rmn/jpg)

Editor : Syaripudin
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%