Besok Setnov Dipanggil KPK, Akbar Tandjung: Datangi dengan Gentle

Selasa, 14 November 2017 | 16:51
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Akbar Tandjung. Foto//jaa rizka/indopos

INDOPOS.CO.ID - Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tandjung meminta Setya Novanto secara gentle memenuhi panggilan KPK besok, Rabu (15/11). Pemanggilan lembaga antirasuah itu berkenaan dengan status ketua DPP Partai Golkar itu sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP.

Sebelumnya, untuk kesekian kalinya KPK telah melakukan pemanggilan namun politikus yang akrab disapa Setnov itu tidak pernah memenuhi panggilan tersebut. Dengan alasan sedang dalam kunjungan kerja sebagai anggota DPR dan membenturkan pemanggilan itu dengan hak imunitas DPR yang kebal dari hukum.

Namun demikian, menurut Akbar juga, alasan-alasan tersebut bisa dikesampingkan terlebih dahulu karena KPK merupakan lembaga yang harusnya dihormati oleh semua elemen bangsa.  ”Kalau kita memang diminta ya kita usahakan datang apalagi dikait-kaitkan dengan hak imunitas, nggak ada itu hubungannya dengan hak imunitas itu,” tegasnya di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta Pusat, Selasa (14/11).

Menurut mantan Ketua Umum Partai Golkar periode 1998-2004 ini, didepan hukum seluruh warga negara Indonesia posisinya sama saja dan harus tunduk pada mekanisme hukum yang berjalan. ”Kalau warga negara itu mempunyai alasan-alasan yang kuat dibutuhkan oleh KPK, harusnya yang bersangkutan memenuhi donk,” tandasnya.

 Kemudian dia menceritakan pengalamannya yang pernah terjerat kasus penyalahgunaan dana nonbudgeter Bulog pada 2002 silam. Dahulu dia mengaku selalu kooperatif dengan pihak Kejaksaan.

”Saya dulu juga pernah diperiksa, saya ikutin saja permintaan Kejagung waktu itu. Dipanggil saya ikuti saja, persidanganannya juga saya ikuti dan alhamdullilah sesuai dengan mekanisme hukum saya waktu itu juga melakukan berbagai langkah-langkah hukum yang sesuai dengan prinsip hukum kita. Ya akhirnya saya bebas di MA pada waktu itu," paparnya.

Selanjutnya, Akbar berharap KPK sebagai lembaga yang diberikan kewenangan untuk memberantas korupsi bisa melaksanakan fungsi dan kewenangannya secara baik. Akbar selalu mendukung langkah-langkah yang dilakukan KPK dalam upaya menciptakan pemerintahan yang bersih.

”Oleh karena itu praktek-praktek korupsi harus kita tindak secara hukum, untuk dapat melakukan hukuman kepada mereka-mereka yang mempunyai dugaan kuat dengan bukti-bukti terlibat korupsi,” tukasnya. (jaa)

Editor : Syaripudin
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%