Harus Izin Presiden, Syarif Sebut Alasan Setnov Mengada-ada

Senin, 13 November 2017 | 16:20
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Komisioner KPK Laode Muhammad Syarif. Foto: Nugraha/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal melakukan pemanggilan paksa terhadap Ketua DPR RI Setya Novanto.  Itu dilakukan lantaran Novanto tak kunjung memenuhi panggilan lembaga anti rasuah tersebut sebagai saksi tersangka kasus megakorupsi Kartu Tanda Penduduk (KTP)  berbasis elektronik atau e-KTP, Anang Sugiana Sudihardjo.

Padahal, ini merupakan kali ketiga Novanto untuk diperiksa sebagai saksi. Lagi-lagi Novanto dan kuasa hukumnya beralasan, untuk memanggil ketua DPR RI harus atas izin Presiden Joko Widodo.

"Berdasarkan aturan, jika tidak kooperatif akan akan kami lakukan pemanggilan paksa," kata Komisioner KPK Laode Muhammad Syarif kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK,  Senin (13/11/2017).

Alasan Novanto tak hadir sebagai saksi tanpa harus mendapat izin dari presiden dianggap mengada-ada. Pun demikian,  Laode Muhammad Syarif masih yakin ketua umum DPP Partai Golkar tersebut kooperatif,  sehingga pihaknya tidak harus melakukan panggilan paksa. "Mudahan beliau kooperatif, " ungkapnya.

Disinggung soal pernyataan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah bahwa penetapan tersangka Novanto baru-baru ini lantaran titipan presiden, spontan ia membantahnya. "KPK tidak ada seperti," tegasnya. (nug)
 

Editor : Riznal Faisal
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%