Pengacara Buni Yani Nilai Jaksa Agung 'Balas Dendam'

Rabu, 11 Oktober 2017 | 18:19
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
KECEWA: Buni Yani dan pengacaranya saat memberikan keterangan pers. Foto: Rizka Pradhana/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Kuasa Hukum Buni Yani, Aldwin Rahadian menilai ada upaya 'balas dendam' Jaksa Agung kepada Buni Yani. Pasalnya, dengan alasan agar ada keseimbangan hukum dengan Ahok, Jaksa menuntut kliennya tanpa berlandaskan hukum, undang-undang, serta fakta persidangan.

"Itu menjadi bukti bahwa tuntutan Jaksa kepada Buni Yani sebagai bentuk ‘balas dendam’ karena mereka menganggap gara-gara Buni Yani, Ahok kini mendekam di penjara," papar Aldwin di Jakarta pada Rabu (11/10/2017).

Kemudian Aldwin mengungkapkan, baru kali ini di dunia ada tuntutan Jaksa kepada terdakwa dengan pertimbangan utamanya adalah agar tuntutan tersebut seimbang dengan tuntutan yang telah diterima terdakwa lain di kasus yang berbeda dan tidak ada hubungannya.

Mungkin Jaksa Agung, lanjut Aldwin, tidak mencermati secara seksama Putusan Majelis Hakim Pengadilan Jakarta Utara yang menyatakan Ahok bersalah karena telah merendahkan dan menghina Surat Al-Maidah ayat 51 dan secara tegas menyatakan tidak ada hubungan antara Buni Yani dengan kasus Ahok.

Pernyataan Jaksa Agung ini menurut Aldwin merupakan sebuah blunder yang menguntungkan Buni Yani karena sudah jelas Majelis Hakim Pengadilan Jakarta Utara menolak semua kesimpulan Jaksa Penunut Umum (JPU) yang pada saat itu ngotot mengaitkan dan melebarkan kasus Ahok dengan Buni Yani. Padahal saat itu posisi JPU harusnya berseberangan dengan terdakwa.

”Kan sudah jelas Majelis Hakim Pengadilan Jakarta Utara menyatakan, keresahan yang timbul di masyarakat terjadi karena ucapan Ahok sendiri yang telah mencederai perasaan dan memecah kerukunan umat," terangnya.

Pada waktu itu Hakim juga menegaskan, kasus Ahok juga tidak ada hubungannya dengan Buni Yani, karena tidak ada satupun pelapor yang menjadikan video yang ada di akun facebook Buni Yani sebagai dasar pelaporan.

"Nah, sekarang Jaksa Agung masih tetap ngotot mengaitkan kasus Ahok terkait dengan Buni Yani dan malah menjadikannya sebagai pertimbangan utama menuntut Buni Yani, dua tahun penjara. Ini akan mengganggu akal sehat kita,” tuntasnya. (jaa)

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%