Praktisi Hukum: Dunia Peradilan Belum Bersih

Senin, 09 Oktober 2017 | 22:15
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
ILUSTRASI

INDOPOS.CO.ID - Praktisi hukum senior, Muara Karta menilai, masih banyaknya oknum hakim, salah satunya Ketua Pengadilan Tinggi Manado Sudiwardono, yang cenderung mengobral putusan kepada pemilik uang, semakin memperkuat argumen bahwa dunia peradilan belum bersih.

Seperti diketahui, Sudiwardono diduga menerima sejumlah uang dari politisi Partai Golkar, Aditya Moha. ”Jujur saya prihatin, di mana masih banyak oknum hakim yang terlalu berani dan lebih condong kepada pemilik uang dalam mengambil putusan," kata Karta melalui siaran elektroniknya, Senin (9/10).

Karta juga mengaku miris masih banyak oknum penegak hukum yang diam-diam menjadi broker hukum, yakni dengan sengaja mengobral hukum untuk ditukar dengan rupiah.

Ketua Umum Perhimpunan Putra Putri Angkatan Udara Republik Indonesia (PPP AURI) ini juga menyoroti keberanian hakim Cepi Iskandar yang menganulir penetapan status tersangka Setya Novanto dalam kasus mega korupsi e-KTP.

Pasalnya, keputusan Cepi jelas membuat KPK dan rakyat kecewa berat. Walau aroma kekalahan sudah terendus sejak hakim menolak diputarnya bukti rekaman KPK. "Semua orang tahu siapa Setya Novanto, dia seperti untouchable! Sakti Mandraguna," tegas Karta.

Muara Karta menyakini, KPK sudah menyiapkan strategi khusus untuk menjerat Novanto kembali. Siapapun yang terlibat dalam kasus e-KTP harus disikat. Sekalipun jika Novanto harus mengeluarkan jurus klasik, masuk rumah sakit," pungkas Karta. (rmn)

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%