Gamawan Sebut Nazarudin Bohong

Senin, 09 Oktober 2017 | 16:16
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi saat akan mengikuti pemeriksaan di KPK beberapa waktu lalu.

INDOPOS.CO.ID - Mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi menyebut Nazarudin Zulkarnaen berbohong terkait aliran dana ke beberapa nama dalam Korupsi e-KTP.

"Nazarudin Berbohong. Kan dia ngomong bulan Juni 2011 di Pengadilan ini. Juni 2011 itu dimana dia? Cek saja. Dia di Kolumbia kan.  Dia waktu itu masih buron. Tetapi di persidangan dibilang Juni 2011. Itu saja sudah berbohong. Tapi siapa yang berani jujur membuka itu," katanya saat sidang dengan terdakwa Andi Narogong dalam kasus pengadaan e-KTP di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (9/10).

Ketika itu Hakim ketua, Jhone Halasan Butar Butar mempertanyakan soal bagi-bagi uang. "Saya enggak pernah terima. Dikutuk seluruh rakyat Indonesia kalau saya terima. Kalau terbukti hukum saya seberat-beratnya, semua lihat seolah saya terima Rp 50 juta," kata Gamawan Fauzi di ruang sidang pengadilan itu.

Mantan menteri di era kepemimpinan Presiden SBY itu kembali menegaskan dirinya tidak pernah menerima uang dari proyek e-KTP dan hanya menerima uang honor saja. Ia bahkan mengaku malu pada sanak familinya di Padang, Sumatera Barat lantaran isu bahwa telah menerima uang dari proyek fenomenal tersebut.

"Saya tanda-tangan kwitansi itu yang mulia. Saya malu, terpaksa saya bawa-bawa. Ini (kwitansi) saya bawa bukti pulang kampung. Kutuk saya dan hukum saya. Saya jaga ini 35 tahun. Saya merintis ini. Insya Allah saya enggak terima," pungkas dia.

Ia juga membantah tudingan Nazarudin yang menyebutnya mengarahkan Konsorsium Percetakan Negara Indonesia (PNRI) agar menjadi pemenang proyek pengadaan paket e-KTP. "Enggak ada itu arahan dari saya. Itu kan karang-karangan Anda saja itu," katanya. (sla)

Editor : Darul Fatah
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%