Nurul Arifin Ungkap Alasan Setnov tak Hadiri Pemeriksaan di KPK

Selasa, 12 September 2017 | 15:06
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Ketua DPR Setya Novanto.

INDOPOS.CO.ID - Ketua Umum DPP Partai Golkar yang juga Ketua DPR RI Setya Novanto tidak datang memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk diperiksa sebagai tersangka kasus korupsi KTP-el, Senin (11/9).

Ketua DPP Partai Golkar Nurul Arifin mengungkap alasan kenapa Setya Novanto tidak bisa mengikuti pemeriksaan di KPK.

Pertama, kata Nurul, Ketua Umum Partai Golkar itu dilarikan ke RS Siloam. Hal itu dipicu oleh padatnya agenda yang harus dijalani Ketua DPR tersebut beberapa hari sebelumnya. Yakni menghadiri Konferensi Parlemen Internasional di Bali dari tanggal 6 sampai 8 September. "Karena dilihat acara di Bali (‎Konferensi Parlemen Internasional, red), mungkin kecapekan," ujar Nurul di RS Siloam, Semanggi, Jakarta, Selasa (12/9).

Apalagi sambung mantan aktris 1980-an itu, setelah pulang dari Bali, Sabtu (9/9) Setya Novanto masih sempat bermain tenis meja di rumahnya kawasan Brawijaya. Sehingga kondisi fisiknya semakin parah. Bahkan sempat jatuh pingsan saat bermain tenis meja. "Waktu main tenis meja sempat jatuh pingsan, dan kemudian diputuskan di bawa ke RS Siloam," katanya.

Sementara saat disinggung mengenai adanya dugaan sakit gula darahnya tinggi yang diderita Setnov, Nurul mengaku tidak mengetahuinya. Dia hanya menegaskan, berdasar hasil pemeriksaan dokter saat ini indikasinya adalah vertigo. "Memang sakit vertigo dan sedang dilakukan pemeriksaan-pemeriksaan lanjutan," ungkapnya.

Lebih lanjut Nurul menambahkan, hasil pemeriksaan dokter menyebutkan Novanto memang dilarang untuk menghadiri pemeriksaan di KPK, pada Senin (10/9) kemarin. "Jadi menurut pemeriksaan dokter disuruh istirahat total," pungkasnya.

Sebelumnya, pada Senin (11/9), Sekretaris Jenderal (Sekjen) Golkar Idrus Marham menyambangi KPK untuk mengantar surat keterangan kondisi fisik Novanto. Ia mengatakan koleganya itu tengah di rawat di RS Siloam karena sakit gula darah yang diidapnya sejak 5 tahun silam kambuh.

Mengutip keterangan dokter, Idrus mengatakan penyakit itu telah menggangu fungsi ginjal dan jantung Novanto sehingga tidak memungkinkan yang bersangkutan hadir dalam pemeriksaan di KPK dan sidang praperadilan.

Pemeriksaan pada Senin (11/9) seharusnya menjadi pemeriksaan perdana Setnov dalam kapasitasnya sebagai tersangka korupsi proyek pengadaan e-KTP.

‎Novanto diketahui ditetapkan sebagai tersangka oleh lembaga yang dikepalai Agus Rahardjo pada 17 Juli 2017 lalu. Ia disangka melanggar Pasal 3 atau Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.‎ (rmn/jpg)

Editor : Ali Rahman
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%