Pengacara: Logikanya Sederhana, Orang Mau Tanggung Jawab Malah Ditahan

Minggu, 13 Agustus 2017 | 11:21
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share

INDOPOS.CO.ID - Dua pemilik First Travel Andika Surachman dan Anniesa Devitasari Hasibuan telah ditahan Bareskrim Polri. Mereka telah ditetapkan tersangka dugaan penipuan ibadah umrah.

Kuasa hukum ‎First Travel, Eggi Sudjana mengeluhkan penahanan tersebut, padahal jauh sebelumnya yakni tanggal 18 Juli, First Travel sudah berkomitmen akan bertanggung jawab penuh terhadap para jemaahnya. Hal itu disaksikan langsung oleh pihak Kementerian Agama (Kemenag), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Tim Waspada Investigasi.

Komitmen pertanggung jawaban itu ada dua, seperti memberangkatkan jemaah sebanyak 5000 sampai 7000 setiap bulannya sampai dengan Januari 2018. Kemudian mengganti refund 100 persen tanpa adanya potongan, dengan durasi 30 sampai 90 hari kerja.

"Jadi memang klien kami sudah berkomitmen bertangung jawab, dan dalam kesepakatan itu tidak ada penahanan dan pembekuan Firs Travel," ujar Eggi kepada JawaPos.com, Minggu (13/8).

Namun adanya penahanan malah membuat binggung dirinya. Pasalnya bagaimana komitmen memberangkat jemaah umroh dan refun bisa terlaksana, apabila dua bos First Travel di kurung dalam jeruji besi.

"Pertanyaanya kalau dibekukan dan ditahan bagaimana caranya memberangkatkan dan menganti uangnya?," tegasnya.

Oleh sebab itu Eggi mengaku terus berupaya melakukan penangguhan penahanan kepada kliennya tersebut. Apalagi Eggi juga menduga, para calon jemaah First Travel akan takut tidak berangkat umrah dan refund gagal diberikan. Karena status pasangan suami istri itu yang telah ditahan Bareskrim Polri.

"Otomatis logika (jemaah) akan takut dong, bagaimana caranya bisa berangkatkan orang. Orang dia ditahan dan travelnya ditutup," ungkapnya.

"Jadi tolong dong pemerintah dan polisi mempertimbangkan (Andika dan Anniesa) tidak ditahan, karena ini juga untuk membantu jemaah juga," tambahnya.

Namun demikian apabila polisi bersikukuh tidak membebaskan pasangan suami dan istri itu. Maka pemerintah dan kepolisian yang harus menanggung semuanya seperti memberangkatkan sisa jemaah untuk umrah, dan mengganti refund‎nya.

"Jadi memang logikanya sederhana saja bagaimana mau mengganti, orang yang mau bertanggung jawab malah ditahan," pungkasnya.

Sebelumnya, Bareskrim Polri telah menetapkan dua bos First Travel, Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari Hasibuan sebagai tersangka kasus dugaan penipuan ibadah umrah.

Polisi memperkirakan First Travel meraup keuntungan mencapai Rp 550 miliar dari dugaan tindak pidana penipuan yang dilakukan pada sekitar 35 ribu jemaah, yang telah melunasi pembayaran perjalanan ibadah umrah lewat jasa agen sejak 2015. (JPG)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%