KPK Tegaskan Tak Pernah Ada Istilah Rumah Sekap

Jumat, 11 Agustus 2017 | 18:48
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Juru Bicara KPK Febri Diansyah (Dok. JawaPos.com)

INDOPOS.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Pansus Angket DPR dapat membedakan istilah rumah aman (safe house) dengan rumah sekap yang disebut sebagai sarana pengkondisian saksi. Sebab, selama ini tidak pernah ada istilah rumah sekap di KPK.

"Selain memang sebelumnya tidak ada rumah sekap, adanya safe house. Harusnya akal sehat bisa bedakan," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jumat (11/8).

Febri mengatakan, Pansus seharusnya tidak hanya mendengarkan keterangan soal safe dari Miko Panji Tirtayasa yang mengklaim adanya rumah sekap. Miko adalah saksi dalam perkara suap sengketa Pilkada di Mahkamah Konstitusi (MK) yang melibatkan M Akil Mochtar.

Menurut Febri, jangan sampai keterangan itu digunakan Pansus Angket KPK untuk mendiskreditkan lembaga antirasuah. Febri mengaku bahwa Miko memang sempat dilindungi dengan ditempatkan di rumah atau safe house.

Perlindungan itu diberikan setelah Niko merasa mendapat intimidasi saat menjadi saksi terkait kasus Akil. Kasus itu diketahui juga menjerat pengusaha Muchtar Effendi, yang juga merupakan paman Miko.

"Itikad baik KPK untuk melindungi saksi, diputarbalikkan jadi disebut penempatan di rumah sekap. Tidak semua orang di pansus terima mentah-mentah, metode berfikir perlu," papar Febri.

Febri mengajak semua pihak untuk bisa membedakan pengertian safe house yang sebenarnya dengan klaim Niko yang menyebut 'rumah sekap'. "Yang ada adalah safe house, jangan sampai para anggota dewan gagal sampaikan safe house dan rumah sekap," pungkasnya. (put/JPC)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%