KPK Sebut Pembebasan Bersyarat Urip Langkah Sepihak Kemenkumham

Selasa, 16 Mei 2017 | 17:40
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Jaksa Urip Tri Gunawan.

INDOPOS.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah dimintai konsultasi dalam pembebasan bersyarat terpidana suap penanganan perkara BLBI, Jaksa Urip Tri Gunawan. Keputusan bebas bersyarat itu diambil sepihak oleh Kementerian Hukum dan HAM.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, Kemenkumham memang mengirimkan surat kepada KPK terkait Jaksa Urip. Namun itu tidak terkait dengan rekomendasi pembebasan bersyarat, melainkan hanya permintaan informasi pembayaran denda.

‎‎‎"J‎adi surat itulah yang kami terima dan itupun kami belum meresponsnya. Jadi kalau ada mengatakan bahwa bebas bersyarat Urip sudah dikonsultasikan dengan KPK, sudah seizin KPK, saya kira itu tak tepat. Karena surat yang dikirim ke KPK itu adalah surat pertanyaan permintaan penjelasan berkaitan dengan denda dan juga konversi dari hukuman pengganti yang lain," kata Febri di gedung KPK, Jakarta, Selasa (16/5).

Menurut Febri, KPK saat ini tengah berkonsultasi dan berkoordinasi dengan sejumlah stakeholder. Sebab, pembebasan bersyarat Jaksa Urip itu bisa menjadi preseden buruk dalam penegakan hukum dan pemberantasan korupsi.

Apalagi, Urip baru menjalani masa hukuman sembilan tahun. Artinya, belum dua pertiga dari vonis 20 tahun yang dijatuhi pengadilan. Dengan demikian, belum sesuai aturan syarat mendapat ‎remisi atau bebas bersyarat.

‎‎"Yang pasti dalam kaitan pembebasan bersyarat ini dapat menjadi preseden tidak baik ke depan kalau diteruskan dengan pemberian-pemberian remisi atau pembebasan bersayarat, meskipun itu memang diatur di undang-undang," papar Febri.

Urip telah bebas sejak Jumat 12 Mei 2017 kemarin. Pada 2008 , Urip selaku jaksa penegak hukum yang menangani perkara BLBI, menerima suap dari pengusaha Artalyta Suryani alias Ayin. (JPG)

Editor : Ali Rahman
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%