BLBI Kembali Diusut, Tersangka Sudah Ditetapkan Maret Lalu

Jumat, 21 April 2017 | 15:07
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Ilustrasi. Foto: istimewa

INDOPOS.CO.ID - Kasus skandal korupsi surat keterangan lunas (SKL) Badan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) kembali mencuat. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bahkan sudah membuka penyidikan baru dengan menetapkan seorang tersangka berinisial ST, mantan pejabat negara yang berwenang mengeluarkan SKL untuk para debitor BLBI.

”Tadi habis gelar perkara, sepakat naik (penyidikan),” ujar sumber internal KPK kepada Jawa Pos (INDOPOS Group) kemarin (20/4). Informasinya, penetapan tersangka itu sudah dilakukan akhir Maret lalu. ST disangka terlibat dalam pengesahan SKL para pengemplang duit BLBI. Tentu saja, penetapan itu berpotensi mengungkap siapa saja elit politik yang dulu pernah disebut-sebut menilap duit BLBI triliunan rupiah.

Sayang, KPK belum mau mengiyakan informasi itu. Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan yang ditemui usai acara Saya Perempuan Antikorupsi (SPAK) di kawasan Epicentrum kemarin tidak mau berkomentar saat dikonfirmasi hal tersebut. Dia langsung masuk ke mobil saat wartawan mengejar konfirmasi tersebut.

Setali dengan Basaria, Juru Bicara KPK Febri Diansyah juga mengaku belum mengetahui informasi panas tersebut. Padahal, kemarin ada pemeriksaan terhadap Kwik Kian Gie, mantan Menteri Perekonomian era Presiden Megawati Soekarno Putri. ”Tadi memang ada pemeriksaan (Kwik Kian Gie). Namun belum dapat info lengkap agenda tersebut,” kilah Febri.

Sementara itu, Kwik Kian Gie yang ditemui usai diperiksa justru membenarkan bila dirinya diperiksa sebagai saksi untuk perkara SKL BLBI. Tepatnya soal hak tagih (cessie) Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) milik Sjamsul Nursalim. ”Karena ketika saya jabat Menko Perekonomian, ada urusan dengan BLBI dan semua konsekuensinya,” ungkapnya.

Sebagai catatan, Sjamsul Nursalim merupakan satu diantara obligor BLBI yang mendapat SKL dari Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Bersama puluhan obligor lain, dia mendapat SKL dari Kepala BPPN saat itu.

Seperti diketahui, dalam penyelidikan SKL BLBI, KPK sudah pernah meminta keterangan sejumlah tokoh. Antara lain, bekas Menteri Koordinator Perekonomian  Kwik Kian Gie, Rizal Ramli  dan Dorodjatun Kuntjoro Jakti. 
SKL BLBI dikeluarkan saat pemerintahan Megawati Soekarnoputri sebagaimana tertuang dalam Instruksi Presiden nomor   8 tahun 2002 dan Tap MPR Nomor 6 dan 10.

Namun, Kejaksaan Agung mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) terhadap sejumlah debitor.  Sedangkan dalam kasus Century, baru mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia  Bidang Pengelolaan Moneter dan Devisa, Budi Mulya yang dijerat. Budi sudah divonis 15 tahun penjara. (tyo/boy/jpnn)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%