Hendardi: Polri Jangan Tebang Pilih

Senin, 20 Maret 2017 | 17:19
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share

INDOPOS.CO.ID - Fenomena Pilkada DKI Jakarta adalah ujian kebangsaan dan kenegaraan warga dan para penyelenggara negara, termasuk di dalamnya adalah institusi Polri. 

Ketua SETARA Institute Hendardi menyatakan, sebagai sebuah ujian, maka proses Pilkada dan dinamikanya akan menampilkan wajah-wajah yang sebenarnya, apakah mereka lolos atau justru terjebak dalam hiruk pikuk kontestasi Pilkada. Polri, sebagai aparat penegak hukum terbukti lulus ujian dalam merespons dinamika Pilkada yang terjadi.

"Selain berhasil mengawal kemajemukan dan keamanan nasional, Polri juga bertindak profesional dan proporsional dalam menangani berbagai aduan dan pelaporan hukum atas kasus-kasus yang melibatkan para calon Gubernur/Wakil Gubernur," terang Hendardi, Senin (20/3/2017).

Baginya, pihak Kepolisian sendiri diharapkan tidak tebang pilih dan berani mengusut laporan masyarakat, secara transparan dan profesional dalam mengusut kasus-kasus hukum tidak terkecuali kasus yang menimpa Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.

"Jika polisi berani memeriksa Ahok yang dituding menista agama, maka aparat hukum ini juga harus berani dan menindaklanjuti laporan kasus hukum yang melibatkan Sandiaga Uno hingga tuntas," katanya.

Dia menegaskan, polisi tidak boleh tebang pilih. "Setiap warga negara punya hak yang sama di bidang hukum. Jika ada laporan, polisi harus memprosesnya. Ini sekaligus memberi kesempatan kepada yang dilaporkan untuk menjelaskan duduk perkaranya di depan polisi."

Menurutnya, kinerja profesional dan proporsional Polri itu sekaligus membuktikan bahwa Polri independen dan profesional dalam memutus sebuah perkara serta menepis dugaan bahwa Polri tidak netral. 

"Saya memberikan apresiasi kepada Polda Metro Jaya yang memanggil Sandiaga guna menuntaskan kasus yang dituduhkan. Polisi memang harus profesional seperti itu. Di luar soal kontroversi masing-masing kasus yang menjeratnya, secara normatif Polri telah bekerja sesuai prinsip profesional, modern dan terpercaya (Promoter) yang menjadi visi Polri saat ini," paparnya.

Sebagaimana diberitakan, Djoni Hidayat melalui kuasa hukumnya, Fransiska Kumalawati Susilo pada Jumat (17/3/2017) pekan lalu melaporkan pasangan Anies Baswedan, Sandiaga Uno ke Polda Metro Jaya.

Laporan itu dilakukan karena cawagub nomor urut 3 itu pada 2012 "menyerobot" sebidang tanah di Curug, Tangerang, Banten.

Jika tidak ada perubahan, Selasa (21/3/2017) besok, Sandiaga akan diperiksa polisi untuk memberikan klarifikasi atas kasus yang dilaporkan. (jpg)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%