Polisi akan SP3 Kasus yang Hadirkan Sandiaga Sebagai Saksi

Jumat, 17 Maret 2017 | 15:12
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Sandiaga Uno menjawab pertanyaan pers. Foto: istimewa
INDOPOS.CO.ID - Polisi sudah meminta keterangan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno sebagai saksi kasus pencemaran nama baik. Meski demikian, kasus itu sendiri diprediksi akan kembali dihentikan seperti sebelumnya.
 
Kasus pencemaran nama baik di komunitas lari itu sendiri sebenarnya kasus lama. Pelapor Dini Indrawati melaporkan E ke Polsek Tanah Abang pada 2013. Sebelumnya, terlapor E juga melaporkan Dini ke Polda Metro Jaya. "Mereka saling lapor," ujar Kanitreskrim Polsek Tanah Abang Kompol
Mustakim di Mapolsek Tanah Abang, Jumat (17/3).
 
Namun kasus di Polda itu sudah dihentikan dengan keluarnya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3). Alasannya karena kurangnya alat bukti.
 
Karena permasalahan di Polsek Tanah Abang masih belum selesai, maka kasus dibuka lagi karena sempat ramai di media sosial. "Kemungkinan ini juga di SP3," ujar dia. 
 
Mustaqim mengatakan, pemeriksaan tersebut untuk menambah keterangan tentang kejadian tersebut. Terutama apa yang terjadi di komunitas lari itu. "Di komunitas itu kan banyak orang. Salah satunya Pak Sandi. Makanya kami minta keterangan," ucapnya.
 
Diakuinya, kejadian itu dilaporkan pada 2013. Namun baru ini kembali dilanjutkan. Terutama sejak ramai di media sosial. "Supaya clear saja," tambah perwira dengan satu melati di pundak itu. 
 
Kejadian itu bermula saat terlapor yang berinisial E dianggap oleh Dini (pelapor) telah menghina dengan ucapan kasar. 
 
"Dia (pelapor) menirukan salah satu omongan daripada salah satu saksi juga, mengatakan bahwa jangan pada gila lo, kan gitu. Artinya yang komunitas lari, sama sama lari. Jangan gila lo sama dia. Ditirukan lagi, jangan gila lo sama ini. Maksudnya jangan gila lo sama suami orang, gitu," ucap Mustakim.
 
Saat kejadian perseteruan antarwanita itu melibatkan lima sampai enam orang. Sementara Sandiaga sendiri tidak berada di tempat. 
 
Kasus itu kembali naik ke permukaan setelah muncul dan menjadi viral di sosial media. 
 
"Kalau itu masalahnya kan gini, namanya kita kan. Situasi begini ada timbul di media sosial, supaya clear. Ya kita clear kan," terangnya. (wsa)
Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%