Oknum Mantan Anggota DPR Minta Uang Reses

Gamawan Bantah Korupsi Proyek e-KTP

Jumat, 17 Maret 2017 | 09:14
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi

INDOPOS.CO.ID - Mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi mengaku tidak kenal dengan Andi Agustinus alias Andi Narogong, orang yang disebut di dakwaan perkara korupsi e-KTP punya peran penting mengatur tender megaproyek itu. Gamawan juga membantah pernah mengadakan pertemuan informal dengan Andi dan sejumlah Anggota Komisi II DPR.

"Tidak kenal sama sekali. Di luar rapat resmi tidak pernah," tegas Gamawan dalam sidang perkara korupsi e-KTP dengan terdakwa Irman dan Sugiharto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (16/3).

Pria asal Sumbar itu juga mengaku tidak pernah dilaporkan Irman soal pertemuan antara pejabat Kemendagri, anggota dewan, dan Andi Narogong. Menurut Gamawan, dia mengetahui adanya pertemuan tersebut dari mantan Sekjen Kemendagri Diah Anggraini baru-baru ini setelah penyidikan di KPK berjalan. "Tidak tahu. Saya baru diberi tahu kemarin, 30 Desember lalu oleh Bu sekjen. Saya cuma tanya kapan itu bu kok bisa begitu," ujar Gamawan.

Sementara Mantan Sekjen Kemendagri Diah Anggraini mengungkapkan, ada oknum mantan Anggota Komisi II DPR pernah meminta bantuan uang reses kepada Irman. Oknum mantan Anggota Komisi II DPR itu yang disebut meminta uang adalah Miryam S. Haryani. Dia menyebutkan permintaan politikus Partai Hanura itu dilakukan di sela-sela pembahasan anggaran proyek e-KTP.

Sementara itu, Ketua DPR RI Setya Novanto (Setnov) nampaknya menjadi langganan dilaporkan ke Mahkamah Kohormatan Dewan (MKD). Pasca kasus 'Papa Minta Saham', kini politisi Partai Golkar itu diduga melanggar kode etik lantaran disinyalir berbohong soal kasus e-KTP.  Alhasil, Setnov kini telah kembali tercantum di lembaga etik para wakil rakyat Senayan atas laporan yang diajukan oleh Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Kamis (16/3). 

"Setnov diduga berbohong tidak mengenal dua mantan pejabat Kemendagri, sekaligus terdakwa kasus dugaan korupsi proyek KTP elektronik, yaitu Irman dan Sugiharto," ungkap Boyamin Saiman, koordinator MAKI di Jakarta, kemarin.

Dia menyatakan, Setnov sangat mengenal Irman dan Sugiharto, serta pengusaha Andi Agustinus dan mantan Sekjen Kemendagri Diah Anggraeni. Karena itu, pernyataan Setnov di sejumlah media massa karena mengaku tidak mengenal Irman dan Sugiharto merupakan bentuk kebohongan publik.  

"MAKI telah menyerahkan surat aduan dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan Setnov dalam kedudukannya sebagai Ketua DPR,” tukasnya. (put/aen)

 

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%