Usut Pertemuan Terkait Proyek E-KTP, KPK Pertemukan Setnov Dengan Seorang Saksi

Selasa, 10 Januari 2017 | 23:20
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Setya Novanto mendatangi gedung KPK untuk diperiksa sebagai saksi kasus korupsi e-KTP

INDOPOS.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempertemukan Ketua DPR Setya Novanto dengan seorang saksi terkait penyidikan kasus dugaan korupsi terkait proyek e-KTP. Hal itu bertujuan untuk mengkonfirmasi sejumlah pertemuan membahas proyek senilai Rp 5,9 triliun.

"Terkait upaya untuk konfirmasi dan klarifikasi beberapa pertemuan tersebut, saksi (Setnov, Red) juga dipertemukan dengan salah satu pihak yang terkait dengan penyidikan proyek e-KTP ini," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangan pers, Selasa (10/1).

Meski demikian, Febri enggan menyebutkan saksi yang dipertemukan dengan mantan ketua fraksi Golkar itu. "Pada prinsipnya penyidik mempertemukan Setnov dengan saksi yang terkait proyek e-KTP untuk memastikan apakah pertemuan-pertemuan itu dihadiri yang bersangkutan atau tidak," ujar Febri.

Hari ini Setnov menjalani pemeriksaan kedua sebagai saksi dalam kasus e-KTP. Pada 13 Desember 2016, KPK telah memeriksa Setnov dalam kasus yang telah menjerat dua tersangka itu. Nama Setnov kerap kali disebut-sebut turut terlibat dalam perkara e-KTP. Salah satunya oleh mantan Anggota DPR RI M Nazaruddin. Melalui pengacaranya, Elza Syarif, Nazaruddin pernah membawa dokumen bagan mengenai proyek e-KTP.

Nazar menyebut Novanto dan Anas Urbaningrum sebagai bos atau pengendali proyek e-KTP. Selain itu, Nazar juga menyebut ada aliran dana dari konsorsium proyek e-KTP kepada sejumlah anggota komisi II DPR dan pejabat di Kemendagri. Uang itu sebagai ijon (jaminan) untuk memuluskan anggaran proyek e-KTP.

Namun, usai diperiksa kala itu, Setnov membantah tudingan Nazaruddin tersebut. "Enggak benar itu. Semuanya Alhamdulillah saya begitu bahagia dan senang karena sudah bisa mengklarifikasi dan memberikan penjelasan secara keseluruhan," ujar Setnov di depan gedung KPK, 13 Desember lalu.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan dua orang tersangka. Mereka adalah mantan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Penduduk pada Ditjen Dukcapil Kemendagri, Sugiharto dan Irman selaku mantan Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Dukcapil Kemendgari atau Dirjen Dukcapil Kemendagri.

Keduanya diduga bersama-sama melakukan perbuatan melawan hukum dalam proyek pengadaan e-KTP. Sehingga menyebabkan kerugian negara senilai Rp 2,3 triliun.

Dua tersangka itu diduga menyalahgunakan wewenang untuk memperkaya diri sendiri, orang lain atau korporasi terkait pengadaan paket penerapan e-KTP tahun 2011-2012. (Put/jpg)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%